Sejarah Pembentukan Negara Ukraina

Sejarah Pembentukan Negara Ukraina

bcouleur.com 24 Febuari 2025

Sejarah Pembentukan Negara Ukraina

Fakta-fakta Negara Ukraina: Profil, Sejarah & Konflik dengan Rusia

Ukraina adalah sebuah negara yang terletak di Eropa Timur, berbatasan dengan Rusia di timur dan utara, Belarus di utara, Polandia, Slovakia, dan Hungaria di barat, serta Rumania dan Moldova di barat daya. Sejarah Ukraina sebagai negara modern merupakan hasil dari perjuangan panjang yang melibatkan berbagai peristiwa penting yang berlangsung selama berabad-abad.

BACA JUGA : 4 Perusahaan Persenjataan Yang Ada Di Ukraina

Latar Belakang Sejarah Awal

Skithia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

  1. Peradaban Kuno dan Pengaruh Skithia Sejarah Ukraina dimulai sejak zaman kuno, ketika wilayah ini dihuni oleh berbagai suku nomaden, termasuk suku Skithia, yang mendominasi wilayah stepa Eurasia pada abad ke-7 hingga ke-3 SM. Suku Skithia dikenal karena keberanian dan keterampilan berperang mereka, dan mereka memainkan peran penting dalam sejarah militer dan perdagangan di wilayah tersebut.

  2. Kerajaan Kyivan Rus’ (abad ke-9 hingga ke-13) Salah satu momen penting dalam sejarah awal Ukraina adalah pembentukan Kyivan Rus’, sebuah kerajaan Slavia Timur yang berkembang pada abad ke-9. Kerajaan ini meliputi wilayah yang sekarang menjadi Ukraina, Rusia, dan Belarus. Pada abad ke-10, Kyivan Rus’ menjadi salah satu negara terkuat di Eropa Timur dan berperan besar dalam memperkenalkan agama Kristen Ortodoks ke wilayah tersebut, melalui adopsi agama oleh Grand Prince Volodymyr dari Kyiv pada tahun 988 Masehi.

    Kyivan Rus’ mengembangkan peradaban yang kaya dengan tradisi budaya, hukum, dan seni. Namun, pada abad ke-13, kerajaan ini runtuh akibat serangan dari bangsa Mongol yang dipimpin oleh Batu Khan, yang mengakhiri dominasi Kyivan Rus’ atas wilayah tersebut.

  3. Pengaruh Pola Kerajaan dan Negara-negara Eropa Timur Setelah runtuhnya Kyivan Rus’, wilayah Ukraina terbagi-bagi antara berbagai kekuatan yang lebih besar, seperti Kerajaan Polandia, Kerajaan Rusia, dan Kekaisaran Ottoman. Wilayah ini mengalami banyak perubahan dalam hal pemerintahan dan pengaruh kebudayaan.

    Pada abad ke-16 dan ke-17, muncul perlawanan terhadap dominasi Polandia, yang memunculkan gerakan pembebasan yang dikenal dengan nama Cossack Hetmanate. Cossack adalah kelompok militer yang terdiri dari petani dan prajurit yang mempertahankan kebebasan mereka. Pemimpin terkenal dari gerakan ini adalah Bohdan Khmelnytsky, yang memimpin pemberontakan Cossack pada 1648 melawan dominasi Polandia. Hasilnya, Ukraina bagian tengah dan selatan memperoleh otonomi lebih besar, dan pada 1654, Khmelnytsky menandatangani Perjanjian Pereyaslav, yang membawa sebagian besar wilayah Ukraina di bawah perlindungan Tsar Rusia. Namun, hubungan ini juga memperkenalkan dominasi Rusia terhadap Ukraina, yang akan terus berlangsung selama berabad-abad.

Kekuasaan Rusia dan Kekaisaran Rusia (Abad ke-18 hingga ke-19)

Sejarah Permusuhan Ratusan Tahun antara Kekaisaran Rusia dan Ottoman -  Semua Halaman - National Geographic

Setelah perjanjian tersebut, wilayah Ukraina semakin terintegrasi ke dalam Kekaisaran Rusia. Pada abad ke-18 dan ke-19, Ukraina mengalami penindasan budaya dan politik oleh pemerintahan Rusia. Kebijakan Tsar Rusia berusaha untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Rusia ke dalam masyarakat Ukraina, serta membatasi penggunaan bahasa Ukraina dan kebebasan politik. Pada saat yang sama, sebagian besar petani di Ukraina masih terikat pada sistem feodal, yang semakin mengukuhkan ketergantungan mereka pada Rusia.

Periode Awal Kemerdekaan dan Sosialisme (Abad ke-20)

Menentang Agresi Rusia, Mengkritisi Ukraina, dan Menolak NATO-AS-Uni Eropa  - Arah Juang

  1. Perang Dunia I dan Revolusi Rusia Setelah jatuhnya Kekaisaran Rusia pada tahun 1917, Ukraina mencoba untuk memperoleh kemerdekaan dalam periode yang disebut dengan Republik Rakyat Ukraina. Namun, negara baru ini segera menghadapi invasi dari pasukan Bolshevik (yang kemudian membentuk Uni Soviet). Dalam kekacauan pasca-revolusi ini, Ukraina berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya namun akhirnya bergabung dengan Uni Soviet pada tahun 1922.

  2. Kelaparan Buatan dan Penindasan Stalin Salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah Ukraina adalah Holodomor pada tahun 1932-1933. Di bawah pemerintahan Joseph Stalin, kebijakan kolektivisasi pertanian di Ukraina menyebabkan kelaparan besar yang mengakibatkan kematian jutaan orang. Banyak sejarawan menganggap ini sebagai upaya genosida terhadap bangsa Ukraina.

    Selain itu, pada era Stalin, Ukraina mengalami penindasan budaya yang lebih besar, dengan banyak seniman, intelektual, dan aktivis Ukraina dihapuskan atau dipenjara. Selama Perang Dunia II, Ukraina menjadi medan pertempuran antara Nazi Jerman dan Uni Soviet, yang menyebabkan kerusakan besar.

  3. Pascaperang dan Integrasi ke dalam Uni Soviet Setelah Perang Dunia II, Ukraina menjadi salah satu republik utama dalam Uni Soviet, dan meskipun ada periode pemulihan ekonomi, identitas nasional Ukraina tetap ditekan oleh pemerintah Soviet.

Perjuangan Menuju Kemerdekaan dan Era Modern (1991 hingga sekarang)

 

Fakta Hari Kemerdekaan Ukraina 24 Agustus 1991, Pasca Perang WW I hingga  Pisah dari Uni Soviet - TribunNews.com

  1. Perpecahan Uni Soviet dan Kemerdekaan Ukraina Pada tahun 1991, dengan runtuhnya Uni Soviet akibat krisis ekonomi dan politik yang melanda negara tersebut, Ukraina memanfaatkan kesempatan untuk mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 24 Agustus 1991. Referendum kemerdekaan yang diadakan pada 1 Desember 1991 menunjukkan dukungan besar dari rakyat Ukraina terhadap kemerdekaan mereka, dengan lebih dari 90% memilih mendukung.

  2. Perkembangan Politik dan Ekonomi Pasca-Kemerdekaan Meskipun memperoleh kemerdekaan, Ukraina menghadapi tantangan besar dalam mengkonsolidasikan negara mereka. Negara ini harus mengatasi masalah ekonomi yang parah, korupsi, dan ketegangan politik internal antara mereka yang pro-Rusia dan pro-Barat. Pemerintahan Ukraina berjuang untuk menemukan keseimbangan antara hubungan dengan Rusia dan integrasi dengan Eropa.

  3. Revolusi Oranye dan Ketegangan dengan Rusia Pada tahun 2004, Ukraina mengalami Revolusi Oranye, sebuah protes besar yang dipicu oleh kecurangan dalam pemilihan presiden. Setelah bertahun-tahun ketegangan politik antara kandidat yang pro-Rusia dan yang pro-Barat, Viktor Yushchenko, calon yang pro-Barat, akhirnya menang. Peristiwa ini menandai pergolakan besar dalam politik Ukraina dan membawa negara itu lebih dekat ke Eropa.

  4. Aneksasi Krimea dan Perang di Donbas (2014) Pada tahun 2014, ketegangan meningkat setelah aneksasi Krimea oleh Rusia dan pecahnya perang di wilayah Donbas di Ukraina timur, yang didorong oleh separatis pro-Rusia. Konflik ini menyebabkan ribuan kematian dan melibatkan intervensi militer Rusia di Ukraina, yang memperburuk hubungan antara kedua negara.

  5. Perjuangan untuk Kemerdekaan dan Modernisasi Sejak 2014, Ukraina telah berfokus pada reformasi dalam pemerintahan dan ekonomi, dengan dukungan dari negara-negara Barat dan institusi internasional. Ukraina berusaha memperkuat hubungan dengan Uni Eropa dan NATO, sementara terus menghadapi tantangan dari Rusia.

Ukraina, meskipun memiliki sejarah panjang yang penuh tantangan, kini menjadi negara yang berdaulat. Sejak kemerdekaannya pada 1991, negara ini telah berjuang untuk menegakkan identitas nasional dan membangun negara yang demokratis. Ketegangan politik internal dan masalah luar negeri dengan Rusia tetap menjadi masalah utama, tetapi Ukraina terus menunjukkan tekadnya untuk bergerak maju dalam upaya untuk mencapai stabilitas dan integrasi internasional.