Ed Sheeran

Ed Sheeran Bereaksi Setelah Diejek di Trailer Baru ‘Ali G: Who Iz I?’, Malah Bangga dan Kasih “Restecpa”

Ed Sheeran mendadak menjadi salah satu punchline dalam trailer terbaru film Ali G: Who Iz I?. Bukannya tersinggung setelah namanya disejajarkan dengan pandemi dan perang sebagai sesuatu yang membuat dunia “kacau”, penyanyi asal Inggris tersebut justru memberikan respons santai yang memperlihatkan dirinya apparently sudah menjadi penggemar Ali G sejak kecil.

bcouleur – Sacha Baron Cohen resmi membawa kembali salah satu karakter komedi paling ikonik miliknya, Ali G, setelah lebih dari dua dekade. Trailer pertama Ali G: Who Iz I? dirilis pada 25 Agustus 2026 dan langsung memperlihatkan bahwa karakter tersebut masih datang dengan formula humor provokatif, absurd, serta kemampuan membuat figur publik menjadi bagian dari lelucon.

Salah satu nama yang langsung terkena roasting adalah Ed Sheeran. Pelantun Shape of You tersebut bahkan muncul hanya beberapa detik setelah Ali G berbicara mengenai berbagai hal buruk yang terjadi selama dirinya menghilang dari perhatian publik.

Namun plot twist-nya justru datang dari Sheeran sendiri. Alih-alih memberikan respons defensif, musisi berusia 35 tahun tersebut terlihat genuinely excited karena namanya akhirnya masuk ke dunia karakter komedi yang ternyata sudah ia kenal sejak masih kecil.

Trailer Ali G: Who Iz I? dibuka dengan Ali G yang mencoba menjelaskan apa saja yang terjadi selama dirinya menghilang sekitar 20 tahun. Dalam gaya khasnya, karakter yang diperankan Sacha Baron Cohen tersebut menyebut dunia telah berubah menjadi semakin kacau.

“There was COVID, wars, and Ed Sheeran,” ujar Ali G dalam trailer tersebut. Setelah nama Sheeran disebut, trailer langsung memotong ke footage sang penyanyi ketika berada di red carpet sehingga punchline tersebut terasa semakin obvious.

Joke tersebut basically menempatkan Ed Sheeran dalam kategori yang sama dengan pandemi dan perang sebagai bagian dari berbagai “masalah” dunia selama Ali G menghilang. Tentu saja konteksnya merupakan satire khas karakter Ali G, yang sejak akhir 1990-an memang dikenal gemar menyampaikan pertanyaan dan pernyataan absurd dengan ekspresi completely serious.

Nama Sheeran sebenarnya menjadi target yang cukup masuk akal untuk joke tersebut. Selama Ali G relatif menghilang dari layar lebar, Sheeran justru berkembang dari penyanyi muda menjadi salah satu musisi Inggris paling recognizable secara global.

Kalau beberapa selebritas mungkin merasa offended ketika dijadikan bahan lelucon, Ed Sheeran mengambil pendekatan completely different. Ia meninggalkan komentar di unggahan trailer melalui akun Instagram resmi Ali G dan memperlihatkan bahwa dirinya justru menikmati joke tersebut.

“Tell 10-year-old me that Ali G would put him in his movie. Restecpa,” tulis Sheeran. Dalam terjemahan bebas, ia basically mengatakan bahwa Ed Sheeran berusia 10 tahun pasti tidak akan percaya suatu hari Ali G memasukkannya ke dalam film.

Respons tersebut memperlihatkan bahwa Sheeran melihat roasting itu lebih sebagai achievement daripada insult. Ketika Ali G pertama kali populer pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, Sheeran memang masih anak-anak sehingga sangat mungkin karakter tersebut menjadi bagian dari pop culture yang tumbuh bersamanya.

Satu kata terakhir dalam komentarnya, “Restecpa”, juga bukan typo random. Kata tersebut merupakan referensi terhadap gaya bicara Ali G dan menjadi salah satu ungkapan yang familiar bagi penggemar karakter tersebut, membuat respons Sheeran terasa seperti inside joke antara penggemar lama dan karakter idolanya.

Komentar Sheeran secara tidak langsung membuka sedikit cerita mengenai hubungan generasinya dengan Ali G. Ketika karakter tersebut mulai dikenal melalui televisi Inggris pada akhir 1990-an, Sheeran masih berusia sekitar tujuh sampai sembilan tahun.

Ali G pertama kali diperkenalkan Sacha Baron Cohen melalui program The 11 O’Clock Show pada 1998. Popularitasnya kemudian berkembang lewat Da Ali G Show, tempat Cohen menggunakan karakter tersebut untuk melakukan wawancara absurd dengan politisi, akademisi, selebritas, dan berbagai figur publik.

Bagi generasi yang tumbuh di Inggris pada periode tersebut, Ali G menjadi salah satu karakter comedy yang cukup sulit dihindari. Outfit hip-hop oversized, kacamata berwarna, slang yang sengaja dibuat berlebihan, serta ketidakmampuannya memahami topik serius menjadi signature yang membuat karakter tersebut mudah dikenali.

Karena itu, komentar Sheeran tentang dirinya ketika berusia 10 tahun terasa cukup genuine. Menjadi punchline Ali G pada 2026 apparently bukan sesuatu yang dianggap embarrassing, tetapi justru seperti mendapatkan acknowledgement dari salah satu karakter yang ia tonton ketika tumbuh besar.

‘Ali G: Who Iz I?’ Jadi Comeback Setelah Lebih dari Dua Dekade

Kemunculan kembali Ali G sendiri menjadi salah satu surprise di industri film tahun ini. Ali G: Who Iz I? hadir sekitar 24 tahun setelah karakter tersebut mendapatkan film layar lebarnya melalui Ali G Indahouse pada 2002.

Film terbaru ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Oktober 2026 dan didistribusikan Amazon MGM Studios. Sacha Baron Cohen tidak hanya kembali sebagai pemeran utama, tetapi juga menjadi penulis, produser sekaligus melakukan debut penyutradaraan film panjang melalui proyek tersebut.

Namun Who Iz I? tidak sekadar mencoba mengulang formula Ali G Indahouse. Film 2002 tersebut merupakan scripted comedy, sementara proyek terbaru menggunakan pendekatan mockumentary yang jauh lebih dekat dengan formula yang membuat Sacha Baron Cohen terkenal lewat Da Ali G Show, Borat, dan Brüno.

Artinya, Ali G akan berinteraksi dengan orang sungguhan dalam berbagai situasi yang dirancang untuk menghasilkan reaksi unpredictable. Format seperti inilah yang selama bertahun-tahun menjadi playground paling efektif bagi humor Sacha Baron Cohen.

Film Baru Ali G Dibuat Diam-Diam

Ed Sheeran

Hal menarik lainnya adalah proses produksi Ali G: Who Iz I? yang dilakukan secara relatively secret. Film tersebut kabarnya direkam selama lebih dari satu tahun, sementara publik baru mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai proyek itu menjelang pengumuman resminya.

Dalam trailer, Ali G bahkan menjelaskan bahwa kamera mengikutinya ke berbagai tempat dan mengklaim tidak ada sesuatu yang dianggap off limits. Konsep tersebut menjadi sinyal bahwa penonton akan kembali melihat kombinasi antara scripted setup dengan reaksi orang sungguhan.

Cohen memang mempunyai sejarah panjang menggunakan strategi seperti ini. Borat, Brüno, hingga serial Who Is America? memanfaatkan interaksi dengan orang-orang yang dalam berbagai situasi tidak mengetahui secara penuh karakter yang sedang mereka hadapi.

Formula tersebut obviously mempunyai risiko lebih besar sekarang karena wajah Cohen dan karakter-karakternya sudah sangat terkenal. Namun Ali G yang sudah relatif lama menghilang mungkin memberikan sedikit ruang bagi Cohen untuk kembali menjalankan prank dengan pendekatan baru.

Ali G Sekarang Harus Menghadapi Dunia TikTok

Salah satu challenge paling interesting dalam menghidupkan kembali karakter dari awal 2000-an adalah perubahan budaya internet. Ali G lahir sebelum TikTok, Instagram, podcast, bahkan sebelum smartphone menjadi benda yang dimiliki hampir semua orang.

Trailer terbaru memperlihatkan Cohen clearly menyadari perubahan tersebut. Ali G kini mencoba masuk ke dunia konten viral, podcast, ASMR, serta berbagai tren internet yang arguably sangat cocok menjadi bahan satire bagi karakter yang selalu salah memahami perkembangan budaya.

Dalam salah satu adegan, Ali G terlihat melakukan interview bergaya podcast dengan pensiunan jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat C. Stewart Rodeheaver. Namun pembicaraan serius tersebut kemudian dicampur dengan berbagai gimmick ASMR yang absurd.

Formula itu terasa sangat Ali G. Ia memasuki ruang yang terlihat serius, kemudian menghancurkan seriousness tersebut dengan pertanyaan ataupun tindakan yang begitu ridiculous sampai orang di depannya tidak selalu mengetahui bagaimana harus merespons.

Selain dunia yang berubah, kehidupan pribadi Ali G apparently ikut mengalami update. Pacar lamanya, Julie, kembali dalam film tersebut dan kali ini diperankan oleh aktris sekaligus impressionist Morgana Robinson, menggantikan Kellie Bright yang memainkan karakter tersebut dalam Ali G Indahouse.

Trailer memperlihatkan Julie sedang hamil besar, bahkan disebut telah memasuki usia kehamilan delapan bulan. Ali G tentu tidak merespons kabar tersebut seperti calon ayah normal dan justru meminta dokter mengatakan bahwa kondisi perut Julie mungkin hanya disebabkan kembung.

Kehamilan tersebut kemudian menjadi salah satu trigger cerita Who Iz I?. Berdasarkan sinopsis yang telah dipublikasikan, Ali G harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya akan mempunyai anak sehingga mulai mencari cara untuk kembali mendapatkan ketenaran dan menghasilkan uang.

Perjalanan tersebut membawanya ke Amerika Serikat untuk mencoba mendapatkan kembali former glory-nya. Namun seperti yang bisa ditebak dari karakter Ali G, usaha tersebut inevitably berubah menjadi serangkaian situasi absurd.

Sacha Baron Cohen Sempat ‘Mempensiunkan’ Ali G

Comeback ini semakin interesting karena Cohen sebenarnya pernah mengatakan dirinya selesai dengan karakter Ali G dan Borat. Pada 2007, ia mengumumkan retirement kedua karakter tersebut setelah popularitas mereka membuat proses melakukan prank terhadap orang sungguhan menjadi semakin difficult.

Namun retirement tersebut ternyata tidak benar-benar permanent. Borat kembali melalui Borat Subsequent Moviefilm pada 2020 dan sekarang giliran Ali G mendapatkan kesempatan melakukan comeback besar.

Cohen juga sempat memberikan teaser mengenai kebangkitan karakter tersebut dengan muncul sebagai Ali G di Wimbledon pada 2026. Penampilan itu langsung mencuri perhatian karena karakter dengan outfit khas dan persona early-2000s tersebut muncul di salah satu event olahraga paling prestigious di Inggris.

Kemunculan tersebut sekarang terlihat seperti bagian dari rollout menuju film baru. Setelah bertahun-tahun berada di belakang Borat dalam hal popularitas internasional, Ali G akhirnya mendapatkan proyek layar lebarnya sendiri lagi.

Pertanyaan yang inevitably muncul adalah apakah karakter seperti Ali G masih bisa bekerja di era sekarang. Dunia comedy sudah berubah dramatically dibandingkan ketika Da Ali G Show pertama kali muncul lebih dari dua dekade lalu.

Sebagian humor Ali G memang sengaja dibangun dari cultural misunderstanding, stereotip, awkwardness, serta ketidaktahuan karakter tersebut terhadap persoalan sosial dan politik. Formula seperti itu sekarang berada dalam landscape budaya yang jauh lebih sensitif dan fragmented dibandingkan awal 2000-an.

Bahkan film terbaru sudah menghadapi kritik sebelum dirilis. Salah satu jaringan bioskop independen Inggris, Picturehouse, menyatakan tidak berencana menayangkan film tersebut setelah muncul kampanye yang menilai karakter Ali G menggunakan stereotip rasial yang bermasalah.

Di sisi lain, popularitas trailer menunjukkan nostalgia terhadap karakter tersebut masih cukup kuat. Challenge bagi Cohen sekarang adalah membuat Ali G terasa familiar bagi penggemar lama tanpa sekadar menjadi karakter tahun 2000 yang accidentally terlempar ke 2026.

Ed Sheeran Justru Menjadi Contoh Joke yang Works

Respons Ed Sheeran mungkin memberikan gambaran mengenai salah satu cara humor Ali G masih dapat bekerja. Joke terhadap Sheeran cukup savage, tetapi targetnya memahami konteks dan bahkan ikut bermain bersama lelucon tersebut.

Ed Sheeran tidak mencoba menjelaskan bahwa dirinya obviously tidak seburuk pandemi atau perang. Ia simply menerima premise yang ridiculous tersebut dan memberikan respons menggunakan bahasa khas Ali G.

Itulah yang membuat exchange tersebut menjadi lebih funny daripada jika Sheeran merespons dengan serius. Sang musisi mengubah posisi dirinya dari sekadar target roasting menjadi bagian dari joke itu sendiri.

Dan kalau melihat komentarnya, menjadi bahan ejekan Ali G apparently merupakan bucket list yang bahkan Sheeran sendiri mungkin tidak menyadari dimilikinya. Dari anak berusia 10 tahun yang menonton karakter tersebut, sekarang wajahnya benar-benar muncul dalam trailer film Ali G.

Kemunculan Ed Sheeran di trailer Ali G: Who Iz I? pada akhirnya hanya berlangsung singkat, tetapi berhasil menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan. Satu kalimat cukup untuk mempertemukan dua generasi pop culture Inggris yang berkembang pada periode berbeda.

Ali G merepresentasikan comedy culture Inggris akhir 1990-an dan awal 2000-an, sementara Ed Sheeran menjadi salah satu wajah terbesar musik pop Inggris pada era 2010-an hingga sekarang. Pertemuan keduanya melalui sebuah roasting absurd justru menghasilkan momen nostalgia yang surprisingly wholesome.

Respons Sheeran juga memperlihatkan bahwa menjadi bahan lelucon tidak necessarily harus berakhir dengan drama celebrity. Sometimes, kemampuan untuk ikut tertawa terhadap diri sendiri justru membuat joke menjadi jauh lebih memorable.

Kini perhatian beralih kepada apakah Ali G: Who Iz I? mampu melakukan hal serupa ketika tayang di bioskop pada 23 Oktober 2026. Setelah lebih dari dua dekade, Ali G kembali ke dunia yang sekarang dipenuhi TikTok, podcast, AI, influencer dan culture wars, yang berarti bahan untuk dibuat kacau oleh Sacha Baron Cohen practically tidak pernah sebanyak sekarang.

Referensi

NME — Ed Sheeran Reacts To Being Mocked In New Ali G Movie Trailer, 26 Agustus 2026.

The Guardian — Ali G: Who Iz I? Trailer Reveals Return of Sacha Baron Cohen’s Prank-Playing Rudeboy, 25 Agustus 2026.

Rolling Stone Australia — Ali G Is Ready to Do Every Viral TikTok Trend in ‘Who Iz I?’ Trailer, 26 Agustus 2026.

The Jewish Chronicle — ‘Restecpa’: Ed Sheeran Responds to Name Drop in New Ali G Film Trailer, 28 Agustus 2026.

The Jewish Chronicle — Watch: Sacha Baron Cohen Returns as Ali G in Trailer for New Film, 25 Agustus 2026.