Jenazah Paus Fransiskus Disemayamkan di Basilika Santo Petrus: Prosesi, Wasiat, dan Warisan Kepemimpinan

bcouleur.com, 23 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Vatikan, 23 April 2025 — Suasana duka menyelimuti dunia Katolik saat ini setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus, pada usia 88 tahun. Hari ini, jenazah beliau secara resmi disemayamkan di Basilika Santo Petrus, Vatikan, untuk memberi kesempatan kepada umat dan masyarakat umum memberikan penghormatan terakhir. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling sakral dalam kehidupan spiritual Gereja Katolik, yang berlangsung dengan khidmat, penuh doa, dan tradisi yang kaya makna.

Jenazah Paus Fransiskus akan Disemayamkan Sebelum Dimakamkan Sabtu (26/4)  Ini - Page 2


Latar Belakang Wafatnya Paus Fransiskus

Jenazah Paus Fransiskus Disemayamkan di Basilika Santo Petrus mulai Besok

Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936, wafat setelah beberapa bulan menjalani perawatan intensif atas kondisi kesehatan yang menurun. Selama lebih dari 12 tahun menjabat sebagai paus, beliau dikenal sebagai sosok yang reformis, merakyat, dan tegas dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial, perdamaian, serta perawatan terhadap lingkungan hidup.

Paus Fransiskus adalah paus pertama yang berasal dari benua Amerika dan juga dari Ordo Yesuit. Sejak awal kepemimpinannya pada 13 Maret 2013, ia menekankan kesederhanaan hidup, inklusivitas, serta kasih sayang terhadap kaum miskin dan termarjinalkan. Warisannya meninggalkan jejak yang dalam dalam sejarah modern Gereja Katolik.


Penyemayaman di Basilika Santo Petrus

Paus Benediktus XVI Disemayamkan di Basilika Santo Petrus, Pemakamannya  Akan Sederhana dan Khusyuk

Prosesi dan Tata Upacara

Prosesi penyemayaman jenazah Paus Fransiskus dimulai pada pagi hari dengan pengangkatan peti jenazah dari tempat peristirahatan sementaranya menuju Basilika Santo Petrus. Peti tersebut dibuat dari kayu cemara sederhana—sesuai keinginan beliau—dan dibawa dengan upacara liturgi yang dipimpin oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo (Pejabat Sementara Takhta Suci).

Peti diletakkan tepat di tengah basilika, di depan altar utama, dengan posisi menghadap umat, tanpa platform atau panggung yang tinggi seperti dalam tradisi pemakaman paus sebelumnya. Di sekitarnya dinyalakan lilin Paskah dan diletakkan bunga-bunga putih sebagai simbol pengharapan dan kebangkitan.

Kehadiran Ribuan Umat

Paus Fransiskus Akan Pimpin Pemakaman Paus Benediktus XVI

Sejak dini hari, ribuan peziarah dari seluruh penjuru dunia telah berkumpul di Lapangan Santo Petrus. Mereka datang untuk mengucapkan salam terakhir kepada paus yang mereka cintai. Ada yang berdoa dalam diam, ada pula yang menyanyikan lagu-lagu pujian dan liturgi, membentuk suasana yang penuh keharuan. Bendera-bendera dari berbagai negara terlihat berkibar di antara kerumunan, menunjukkan jangkauan global dari pengaruh Paus Fransiskus.

Basilika dibuka selama beberapa hari ke depan untuk memungkinkan publik memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dikebumikan secara resmi.


Wasiat Paus Fransiskus: Kesederhanaan dan Tempat Peristirahatan Terakhir

Jenazah Paus Fransiskus akan Disemayamkan Sebelum Dimakamkan Sabtu (26/4)  Ini - Page 2

Paus Fransiskus sejak lama telah menyatakan keinginannya untuk dimakamkan secara sederhana, sebagai bentuk kesetiaan terhadap nilai-nilai Injil. Dalam surat wasiatnya yang ditulis beberapa tahun sebelum wafat, beliau menyatakan:

“Biarkan jenazahku dibawa tanpa kemewahan. Tanpa emas dan takhta. Biarlah aku beristirahat di dekat rakyat yang aku layani.”

Salah satu permintaan terbesarnya adalah tidak dimakamkan di dalam Gua Vatikan, tempat tradisional pemakaman para paus, melainkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma. Lokasi tersebut memiliki makna spiritual yang dalam bagi beliau, karena di sanalah beliau kerap berdoa sebelum dan sesudah setiap perjalanan pastoral internasionalnya. Paus Fransiskus memiliki devosi yang kuat kepada Santa Maria Salus Populi Romani, ikon Maria yang disimpan di basilika itu.

Hingga saat ini, pihak Takhta Suci tengah berdiskusi mengenai realisasi wasiat tersebut, karena lokasi pemakaman paus merupakan bagian dari tradisi yang melibatkan pertimbangan kanonik dan historis.


Liturgi, Pemakaman, dan Masa Sede Vacante

Jadwal Pemakaman

Pemakaman resmi Paus Fransiskus direncanakan akan dilakukan antara empat hingga enam hari setelah wafat, sesuai tradisi Katolik. Misa Requiem diperkirakan akan dipimpin oleh Dekan Dewan Kardinal, dan dihadiri oleh para kepala negara, pemimpin agama dari berbagai denominasi, serta perwakilan umat Katolik dari seluruh dunia.

Setelah misa, jenazah akan dikebumikan—baik sementara di Vatikan atau langsung di Santa Maria Maggiore—tergantung keputusan akhir dari Dewan Kardinal.

Masa Sede Vacante

Dengan wafatnya Paus, Gereja Katolik memasuki masa yang disebut “sede vacante” (takhta kosong). Selama masa ini, segala keputusan besar dalam Gereja ditangguhkan hingga terpilihnya Paus baru. Pemerintahan sementara dijalankan oleh Camerlengo, dengan pengawasan dari Dewan Kardinal.

Dalam waktu 15 hingga 20 hari ke depan, para kardinal dari seluruh dunia akan berkumpul dalam Konklaf di Kapel Sistina untuk memilih Paus yang baru melalui pemungutan suara rahasia.


Warisan Kepemimpinan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus telah membawa angin segar dalam kepemimpinan Gereja Katolik. Beberapa capaian penting dalam masa kepemimpinannya antara lain:

  • Dokumen “Laudato Si'” tentang perlindungan lingkungan, yang menjadi pedoman ekologi integral bagi umat Katolik.

  • Sinode Amazon dan Sinode Sinodalitas, yang memperluas peran partisipasi umat dalam pengambilan keputusan Gereja.

  • Pendekatan terbuka terhadap umat LGBTQ+ dan komunitas yang selama ini merasa terpinggirkan.

  • Reformasi Kuria Romawi dan transparansi keuangan Vatikan.

  • Kepedulian terhadap pengungsi, korban perang, dan ketidaksetaraan ekonomi global.

Warisannya akan menjadi fondasi kuat bagi penerusnya dalam menjawab tantangan zaman modern.


Penutup

Dunia telah kehilangan seorang pemimpin spiritual yang tak hanya berbicara tentang kasih, tetapi menghidupinya. Paus Fransiskus akan dikenang bukan karena gelar dan kemegahan, melainkan karena kesederhanaannya, keberaniannya dalam membela kebenaran, dan kasihnya yang tak terbatas pada semua orang.

Basilika Santo Petrus hari ini bukan hanya tempat berkabung, tetapi juga tempat lahirnya harapan—bahwa warisan Paus Fransiskus akan terus hidup dalam Gereja dan di hati umat manusia.


BACA JUGA: Serangan Udara Amerika Serikat di Yaman Tewaskan 12 Warga Sipil dan Lukai Puluhan Lainnya

BACA JUGA: Pesan Paskah Donald Trump: Kritik Tajam kepada Biden dan “Kiri Radikal”

BACA JUGA: Korea Utara Diam-diam Bangun Kapal Selam Nuklir Terbesar, Diduga Dibantu Rusia