bcouleur.com, 04-04-2025
Penulis: Riyan Wicaksono

Pada akhir tahun 2024, dunia kembali dihebohkan dengan pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pernyataan ini mengkritik tarif tinggi yang dikenakan oleh Panama terhadap kapal-kapal komersial Amerika yang melewati Terusan Panama. Trump menyebutkan bahwa tarif ini “konyol” dan mengancam akan merebut kembali kendali atas terusan tersebut jika Panama tidak menurunkan biaya yang dikenakan pada kapal-kapal Amerika. Ancaman ini menarik perhatian internasional dan menimbulkan spekulasi tentang bagaimana hubungan diplomatik antara AS dan Panama serta implikasi lebih besar bagi hubungan internasional akan berkembang.
Pentingnya Terusan Panama dalam Perdagangan Global
Terusan Panama adalah jalur perairan yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik, mempersingkat waktu perjalanan kapal yang sebelumnya harus mengelilingi ujung selatan Amerika Selatan, yaitu Tanjung Horn. Terusan ini adalah jalur yang sangat strategis dalam perdagangan global, memungkinkan pengiriman barang antar benua lebih cepat dan efisien. Dengan posisi yang sangat vital ini, Terusan Panama menjadi salah satu jalur perkapalan paling sibuk di dunia. Setiap hari, kapal-kapal besar dari berbagai negara melewati terusan ini, membawa barang-barang yang bernilai tinggi, termasuk minyak, barang konsumen, dan bahan mentah.
Pada tahun 1999, kendali atas Terusan Panama diserahkan oleh Amerika Serikat kepada Panama melalui perjanjian yang disebut Perjanjian Torrijos-Carter. Perjanjian ini menandai akhir dari kontrol Amerika Serikat terhadap terusan tersebut, yang sebelumnya dioperasikan dan dipelihara oleh Angkatan Laut Amerika Serikat sejak pembangunan awalnya pada awal abad ke-20. Setelah penyerahan tersebut, pengelolaan Terusan Panama beralih ke Otoritas Terusan Panama (ACP), sebuah badan pemerintah yang sepenuhnya berada di bawah kendali Panama. Meskipun demikian, hubungan ekonomi antara AS dan Panama tetap sangat erat, mengingat volume perdagangan yang melaluinya.
Ancaman Trump untuk Merebut Terusan Panama
Kritik Trump terhadap tarif tinggi yang dikenakan oleh Panama terhadap kapal-kapal Amerika semakin memuncak ketika ia mengeluarkan ancaman untuk mengambil alih kembali Terusan Panama jika tarif tersebut tidak diturunkan. Trump, yang dikenal dengan pendekatan kerasnya dalam kebijakan luar negeri, menggambarkan tarif yang dikenakan Panama sebagai langkah yang merugikan Amerika Serikat dan bahkan bisa membahayakan kepentingan strategis negara. Ia menyatakan bahwa kebijakan tarif tinggi Panama tidak adil bagi AS dan akan membuat negara tersebut kehilangan pengaruh atas salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.
Pernyataan Trump ini mengundang kecaman dari berbagai pihak. Banyak yang melihatnya sebagai langkah provokatif yang bisa memperburuk hubungan diplomatik antara AS dan Panama. Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa pernyataan ini bisa menciptakan ketegangan dengan negara-negara lain yang memiliki kepentingan dalam pengoperasian Terusan Panama, termasuk negara-negara yang menjadi mitra dagang utama bagi AS.
Tuduhan Trump Terhadap China dan Respons Panama

Dalam pidatonya, Trump juga menuduh bahwa China memiliki pengaruh besar atas pengelolaan Terusan Panama, menyebut bahwa negara tersebut dapat mengendalikan jalur strategis ini. Ia menyoroti bahwa beberapa perusahaan China telah berinvestasi dalam infrastruktur di sekitar terusan, meskipun China sendiri tidak memiliki kontrol langsung atas pengelolaan operasional terusan itu. Tuduhan ini, meskipun tidak didukung bukti yang kuat, menunjukkan bahwa Trump memandang pengaruh China di wilayah tersebut sebagai ancaman terhadap kepentingan Amerika Serikat.
Tuduhan ini segera dibantah oleh pemerintah Panama. Presiden Panama, José Raúl Mulino, dengan tegas menanggapi pernyataan Trump dan menyebutnya sebagai “omong kosong”. Ia menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan militer atau kontrol China dalam pengelolaan Terusan Panama. Panama, katanya, tetap memegang kedaulatan penuh atas terusan, dan pengelolaan terusan itu berjalan dengan independen dari pengaruh asing. Bahkan, Otoritas Terusan Panama (ACP) juga mengonfirmasi bahwa China tidak memiliki pengaruh politik atau militer dalam pengelolaan terusan.
Pemerintah China juga membantah tuduhan Trump. Mereka menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China yang berinvestasi dalam proyek terkait pelabuhan di sekitar Terusan Panama hanya bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan bukan untuk menguasai pengelolaan terusan itu sendiri. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpahaman atau mungkin misinterpretasi dalam pemahaman Trump tentang peran China di wilayah tersebut.
Tanggapan Otoritas Terusan Panama
Selain menanggapi tuduhan terhadap China, Otoritas Terusan Panama (ACP) juga mengomentari ancaman Trump untuk merebut kembali kendali atas terusan tersebut. Dalam pernyataannya, ACP menekankan bahwa tarif yang dikenakan pada kapal-kapal komersial, termasuk yang berasal dari Amerika Serikat, adalah bagian dari kebijakan pemeliharaan dan operasional terusan. Otoritas ini menjelaskan bahwa biaya-biaya tersebut digunakan untuk menjaga kelancaran operasional terusan dan memastikan bahwa terusan tetap dalam kondisi baik.
ACP menegaskan bahwa sejak 1999, setelah penyerahan kendali, Panama telah mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional dan menjaga netralitas terusan. Terusan Panama, yang selama ini berfungsi sebagai jalur perdagangan global yang sangat penting, tetap dikelola secara profesional oleh badan independen tersebut. ACP juga menyatakan bahwa tidak ada permintaan dari pemerintah AS untuk bantuan dana atau perbaikan dari pihak AS terkait dengan pengelolaan terusan.
Implikasi Diplomatik dan Hubungan Internasional

Ancaman Trump untuk merebut Terusan Panama memiliki implikasi besar dalam hubungan diplomatik antara AS dan Panama. Sejak penyerahan kendali terusan pada tahun 1999, hubungan antara kedua negara relatif harmonis, dengan Panama tetap berperan sebagai mitra dagang utama bagi AS. Namun, ancaman ini membuka peluang bagi ketegangan baru, yang dapat merusak hubungan jangka panjang yang telah dibangun.
Selain itu, reaksi internasional terhadap ancaman Trump juga akan sangat menentukan. Banyak negara yang menganggap Terusan Panama sebagai jalur strategis global yang penting, dan setiap upaya untuk mengubah kendali atas terusan ini bisa memicu ketegangan diplomatik dengan negara-negara lain. Jika AS melangkah lebih jauh dalam rencananya, hal itu bisa menurunkan citra Amerika Serikat di mata dunia, dan negara-negara lain bisa melihatnya sebagai tindakan agresi terhadap kedaulatan negara kecil seperti Panama.
Aspek Hukum dan Kesulitan Merebut Kembali Terusan Panama

Selain dampak diplomatik, tindakan Trump untuk merebut kembali Terusan Panama juga akan menghadapi berbagai tantangan hukum. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, pengelolaan Terusan Panama telah diatur melalui perjanjian internasional yang disepakati pada tahun 1999. Perjanjian ini, yang dikenal sebagai Perjanjian Torrijos-Carter, menetapkan bahwa Panama memiliki kedaulatan penuh atas terusan. Tindakan sepihak untuk merebut kembali terusan akan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan dapat memicu proses hukum yang panjang dan rumit.
Sejumlah pakar hukum internasional juga menilai bahwa upaya semacam itu akan sangat sulit, mengingat adanya perjanjian internasional yang mengikat dan fakta bahwa terusan tersebut berfungsi sebagai jalur netral untuk semua negara. Tidak hanya AS, tetapi negara-negara lain juga memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa terusan tetap berada di bawah pengelolaan yang netral dan tidak dipengaruhi oleh kekuatan militer atau politik manapun.
Kesimpulan
Ancaman Donald Trump untuk merebut Terusan Panama adalah salah satu langkah yang bisa mengubah dinamika hubungan internasional dan menambah ketegangan di dunia global. Meskipun ada klaim bahwa China memiliki pengaruh besar terhadap terusan ini, tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Panama dan China. Selain itu, ancaman untuk merebut terusan juga akan menghadapi tantangan besar baik dari segi hukum maupun dari perspektif hubungan internasional.
Dengan sejarah panjang dan pentingnya Terusan Panama sebagai jalur perhubungan global, setiap langkah untuk merubah pengelolaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan dampak jangka panjang. Kepentingan ekonomi dan geopolitik yang terlibat menjadikan isu ini lebih kompleks daripada sekadar perselisihan tarif antara dua negara. Dunia akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat, karena dampaknya bisa meluas jauh lebih besar dari sekadar hubungan Panama-AS.
BACA JUGA: Arus Balik Lebaran Mulai Terjadi, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan di Sejumlah Titik
BACA JUGA: Shakira dan Kadit: Terbitkan 16 Jurnal Ilmiah Hingga Juara Olimpiade Matematika