a0a15 marc klok

Marc Klok Klarifikasi Pernyataannya tentang Shin Tae-yong, Ada Kesalahpahaman Terjemahan

BCOULEUR.COM – Pemain Timnas Indonesia, Marc Klok, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya kepada mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang baru saja diberhentikan oleh PSSI. Dalam wawancara bersama media Belanda, ESPN NL, Klok menyebut Shin Tae-yong sebagai seorang “diktator” dan terlalu dominan dalam pengelolaan tim. Pernyataan tersebut menuai kontroversi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

Namun, Klok segera meluruskan ucapannya. Ia mengungkapkan bahwa terdapat kesalahpahaman dalam terjemahan wawancara yang dilakukan dalam bahasa Belanda, sehingga maksud aslinya menjadi berbeda.

BACA JUGA : guru hukum siswa belajar di lantai karena tunggakan spp kepsek abdi sukma itu inisiatif pribadi guru

Kesalahpahaman Akibat Terjemahan

Dalam klarifikasinya, Klok menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menyebut Shin Tae-yong secara negatif. Pemain Persib Bandung tersebut mengakui bahwa penggunaan kata diktator adalah pilihan kata yang kurang tepat, terutama karena konteks pembicaraan dalam bahasa Belanda sulit diterjemahkan secara harfiah ke bahasa lain.

“Saya ingin meluruskan bahwa apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut sebenarnya bermaksud untuk menggambarkan gaya kepemimpinan Coach Shin yang sangat tegas dan berorientasi pada hasil,” ujar Klok dalam pernyataan resminya, Kamis (9/1/2025).

Menurutnya, gaya kepemimpinan Shin Tae-yong yang berdisiplin tinggi sebenarnya membawa banyak perubahan positif bagi Timnas Indonesia. “Kata-kata saya mungkin salah dipahami karena kurangnya konteks. Saya sama sekali tidak bermaksud menyebutnya secara negatif,” imbuh Klok.

Kontribusi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Marc Klok juga memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan Shin Tae-yong selama melatih Timnas Indonesia sejak 2019. Ia menyebut pelatih asal Korea Selatan itu sebagai sosok yang berjasa dalam meningkatkan performa timnas di berbagai turnamen, termasuk membawa Timnas U-23 ke peringkat keempat AFC U-23 Asian Cup 2024.

“Saya dan seluruh pemain memiliki banyak kenangan indah bersama Coach Shin. Disiplin dan dedikasinya telah membantu saya berkembang sebagai pemain,” kata Klok.

Klok menambahkan, pernyataannya bukanlah sebuah kritik, melainkan pengakuan atas bagaimana gaya kepemimpinan Shin Tae-yong yang fokus pada detil dan hasil.

Reaksi Publik dan PSSI

Pernyataan Marc Klok sempat memicu reaksi beragam di media sosial. Beberapa penggemar menilai Klok tidak menghormati mantan pelatihnya, sementara yang lain memahami bahwa wawancara dalam bahasa asing dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Pihak PSSI belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Klok tersebut. Namun, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya menyatakan bahwa pemberhentian Shin Tae-yong adalah langkah yang dianggap perlu untuk memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2026.

Kesimpulan

Marc Klok berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri polemik yang muncul akibat wawancara tersebut. Ia juga menyampaikan permintaan maaf jika pernyataannya telah menyinggung pihak tertentu, terutama Coach Shin Tae-yong dan pendukung Timnas Indonesia.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya sangat menghormati Coach Shin Tae-yong dan berterima kasih atas segala dedikasi yang telah beliau berikan kepada Timnas Indonesia,” tutup Klok.