JAKARTA, BCOULEUR.COM – Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Budi Arie menghadiri pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis (19/12/2024) terkait kasus judi online yang diduga melibatkan pegawai di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Budi Arie diperiksa sebagai saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.
Dalam keterangannya, Budi Arie menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan praktik judi online.
“Sebagai warga negara yang taat hukum, saya berkewajiban untuk membantu pihak kepolisian dalam penuntasan pemberantasan kasus judi online di Komdigi,” ujar Budi Arie usai pemeriksaan.
Kasus Judi Online dan Dugaan Keterlibatan Pegawai Kominfo
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dugaan keterlibatan pegawai Kominfo dalam memberikan dukungan atau perlindungan terhadap aktivitas judi online. Penyidik Bareskrim Polri mendalami sejauh mana jaringan ini bekerja dan peran pihak-pihak yang terlibat.
BACA JUGA :survei 60 persen gen z masih andalkan orangtua cari kerja apa penyebabnya
Budi Arie, yang pernah menjabat sebagai Menkominfo, dipanggil untuk memberikan informasi seputar kebijakan dan sistem pengawasan di kementeriannya selama ia menjabat. Hal ini menjadi penting untuk mengetahui kemungkinan adanya celah yang dimanfaatkan oleh pelaku judi online.
Komitmen Pemberantasan Judi Online
Budi Arie menegaskan bahwa pemberantasan judi online merupakan tugas bersama yang memerlukan konsistensi dari semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.
“Pemberantasan judi online tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan konsistensi dan keteguhan hati untuk menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa judi online tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas, termasuk mempengaruhi generasi muda.
Langkah Kepolisian dalam Penanganan Kasus
Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman terkait kasus ini. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wahyu Kuncoro, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil sejumlah saksi untuk mengumpulkan bukti dan fakta.
“Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara transparan. Tidak ada toleransi bagi pihak yang terbukti terlibat, baik sebagai pelaku utama maupun pendukung jaringan,” ujar Wahyu.
Polri juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan, untuk melacak aliran dana yang terkait dengan aktivitas judi online ini.
Reaksi Masyarakat
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terutama mengingat dugaan keterlibatan pegawai pemerintah dalam mendukung aktivitas ilegal. Banyak yang berharap kasus ini menjadi momen bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap platform digital dan transaksi online.
“Judi online merusak masyarakat. Kami mendukung langkah kepolisian dan berharap pemerintah lebih tegas dalam mengatur platform digital,” ujar Rani (34), seorang warga Jakarta.
Kesimpulan
Hadirnya mantan Menkominfo Budi Arie untuk memberikan keterangan di Bareskrim Polri menjadi bagian penting dalam penyelidikan kasus judi online. Komitmen bersama dari pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan mampu memberantas jaringan ilegal ini hingga tuntas. Dengan langkah-langkah yang transparan dan tegas, diharapkan kasus ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan di sektor digital Indonesia.