image 13

Jaksel 31 RT Banjir 20 Feb 2026: Update Lengkap!

Pada Jumat dini hari, 20 Februari 2026, hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) hingga menyebabkan 31 RT terendam banjir. Menurut BPBD DKI Jakarta (2026), data per pukul 05.00 WIB mencatat seluruh titik terdampak berada di Jakarta Selatan akibat luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam. Kondisi ini memaksa warga di sejumlah kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari genangan, dan mencari lokasi yang lebih aman.


Apa Penyebab Jaksel 31 RT Banjir Hujan Deras Warga Mengungsi?

Jaksel 31 RT Banjir 20 Feb 2026: Update Lengkap!

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari menjadi pemicu utama banjir kali ini. Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji (2026), kondisi ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam, dua aliran sungai yang melintasi wilayah Jakarta Selatan. Debit air dari hulu meningkat drastis dalam waktu singkat sehingga kapasitas saluran tidak mampu menampung limpasan air.

Selain faktor hujan, fenomena ini diperparah oleh kondisi struktural kota. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan dalam siniar yang digelar BPKD DKI Jakarta (2026), banjir dan genangan di Jakarta dalam lima tahun terakhir (2020–2025) mencapai sekitar 498 kejadian. Frekuensi tertinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, dan Desember — menjadikan Februari sebagai salah satu bulan paling rentan sepanjang tahun.

Faktor-faktor utama penyebab banjir Jaksel 31 RT kali ini:

  • Curah hujan ekstrem sejak dini hari yang melebihi kapasitas drainase lokal.
  • Luapan Kali Krukut akibat kiriman debit air dari wilayah hulu.
  • Luapan Kali PHB Nipam yang tidak mampu menampung volume air secara tiba-tiba.
  • Sistem drainase yang belum optimal di sejumlah kelurahan padat penduduk.

Di Mana Saja Lokasi Terdampak Banjir 20 Februari 2026?

Jaksel 31 RT Banjir 20 Feb 2026: Update Lengkap!

Berdasarkan data resmi BPBD DKI Jakarta per pukul 05.00 WIB, Jumat 20 Februari 2026, seluruh 31 RT yang terdampak berada di Jakarta Selatan, tersebar di dua kelurahan utama. Menurut Kompas.com (2026), rincian wilayah terdampak adalah sebagai berikut:

  • Kelurahan Cipete Utara: 3 RT terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
  • Kelurahan Petogogan: 28 RT terdampak dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter, disebabkan oleh curah hujan tinggi, luapan Kali Krukut, serta luapan Kali PHB Nipam.

Selain berdampak pada permukiman, banjir ini juga mengganggu layanan transportasi publik. Menurut Moladin.com (2026), PT Transjakarta melakukan pengalihan rute sementara di beberapa koridor, termasuk Rute 1M (Meruya–Blok M), Rute 1C (Pesanggrahan–Blok M), dan Rute 8E (Bintaro–Blok M), akibat genangan air di sejumlah titik jalan di Jakarta Selatan.

Ringkasan data terdampak (per 05.00 WIB, 20/2/2026):

  • Total RT tergenang: 31 RT (100% berada di Jakarta Selatan)
  • Kelurahan Cipete Utara: 3 RT, ketinggian 70 cm
  • Kelurahan Petogogan: 28 RT, ketinggian 20 cm
  • Penyebab utama: Luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam
  • Dampak tambahan: Pengalihan rute Transjakarta dan Mikrotrans

Mengapa Jakarta Selatan Langganan Banjir?

Jaksel 31 RT Banjir 20 Feb 2026: Update Lengkap!

Pertanyaan ini sering muncul setiap musim hujan tiba. Sebagai seseorang yang mengikuti perkembangan banjir Jakarta selama beberapa tahun terakhir, saya menemukan bahwa persoalan ini bersifat struktural dan tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi tunggal.

Menurut ANTARA News yang mengutip data BPBD DKI Jakarta (2026), Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi kedua selama 2025, yakni 46 kejadian, setelah Jakarta Utara yang mencatat 73 kejadian. Salah satu faktor kunci di Jakarta Selatan adalah kepadatan pemukiman di sepanjang bantaran kali seperti Krukut, Mampang, dan Pesanggrahan, yang membuat luapan air langsung merendam permukiman warga.

Dari sudut pandang ilmiah, Universitas Negeri Surabaya melalui portal FMIPA UNESA (2026) menjelaskan bahwa perubahan iklim meningkatkan kemampuan atmosfer menyimpan uap air, sehingga hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat. Ditambah penyempitan alur sungai akibat sedimentasi dan pembangunan di bantaran kali, kapasitas tampung sungai terus berkurang dari tahun ke tahun.

Faktor struktural penyebab Jaksel rentan banjir:

  • Kepadatan pemukiman di bantaran Kali Krukut, Mampang, dan Pesanggrahan.
  • Sedimentasi dan penyempitan alur sungai yang mengurangi kapasitas tampung air.
  • Curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim global yang kian meningkat intensitasnya.
  • Ketergantungan pada sistem drainase lama yang belum memadai untuk volume hujan saat ini.

Bagaimana Upaya Penanganan BPBD DKI Jakarta? 

Setelah data Jaksel 31 RT banjir hujan deras warga mengungsi dirilis pada Jumat pagi, BPBD DKI Jakarta langsung mengambil langkah-langkah penanganan. Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji (2026), personel dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak secara real-time.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Tim juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat. Selain itu, kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak disiapkan sebagai bagian dari protokol tanggap darurat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi jangka menengah. Menurut Media Indonesia (2026), OMC dilakukan melalui penerbangan untuk menekan intensitas hujan ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Langkah penanganan yang dilakukan:

  • Pengerahan personel BPBD ke titik genangan untuk pemantauan dan koordinasi lapangan.
  • Operasional pompa apung untuk mempercepat penyurutan genangan di jalan dan permukiman.
  • Penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak termasuk yang memilih mengungsi.
  • Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan lebat.

Apa yang Harus Dilakukan Warga Saat Banjir? 

Berdasarkan pengamatan terhadap berbagai kejadian banjir Jakarta sepanjang 2025–2026, ada sejumlah langkah penting yang perlu dilakukan warga ketika banjir melanda. Respons yang cepat dan tepat dapat mengurangi risiko kerugian jiwa maupun harta benda secara signifikan.

BPBD DKI Jakarta secara resmi mengimbau warga untuk memantau perkembangan banjir secara real-time melalui kanal-kanal resmi pemerintah. Warga yang membutuhkan bantuan evakuasi darurat dapat langsung menghubungi nomor telepon 112 tanpa biaya.

Langkah yang harus dilakukan warga saat banjir:

  • Pantau kondisi genangan secara real-time melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) atau situs pantaubanjir.jakarta.go.id.
  • Hindari melintas di jalan yang tergenang banjir, terutama bila ketinggian air tidak dapat ditentukan dengan jelas.
  • Pindahkan kendaraan dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sebelum genangan naik.
  • Hubungi nomor darurat 112 jika membutuhkan bantuan evakuasi dari petugas.
  • Waspada terhadap risiko kesehatan pascabanjir seperti ISPA, diare, dan demam berdarah (DBD).

Baca Juga 5 Konser Februari 2026 Westlife hingga Sheila On 7


Frequently Asked Questions

Berapa RT yang terdampak banjir Jakarta Selatan pada 20 Februari 2026?

Menurut data resmi BPBD DKI Jakarta per pukul 05.00 WIB pada Jumat, 20 Februari 2026, sebanyak 31 RT di Jakarta Selatan terendam banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut serta Kali PHB Nipam. Seluruh titik terdampak berada di Kelurahan Cipete Utara (3 RT) dan Kelurahan Petogogan (28 RT).

Apa penyebab utama banjir di Jakarta Selatan pada 20 Februari 2026?

Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji (2026), penyebab utama adalah hujan deras dengan curah hujan tinggi sejak dini hari yang menyebabkan luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam. Kedua aliran ini tidak mampu menampung debit air yang melonjak drastis dalam waktu singkat sehingga meluap ke permukiman warga.

Bagaimana cara memantau banjir Jakarta secara real-time?

Warga dapat memantau kondisi banjir Jakarta melalui tiga kanal resmi: situs pantaubanjir.jakarta.go.id, aplikasi JAKI di smartphone, dan kanal resmi bpbd.jakarta.go.id. Untuk kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan gratis nomor 112 yang disiagakan selama 24 jam.

Apakah banjir Jaksel 20 Februari 2026 menyebabkan warga mengungsi?

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan. Personel BPBD dikerahkan untuk memonitor dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Warga diarahkan untuk menghindari kawasan yang tergenang dan memanfaatkan posko pengungsian jika air terus naik.

Berapa lama banjir Jakarta Selatan biasanya surut?

Menurut pernyataan Kepala PDIK BPBD Mohamad Yohan yang dikutip berbagai media (2026), genangan di Jakarta umumnya ditargetkan surut dalam waktu cepat setelah pengerahan pompa apung dan tim teknis. Namun, durasi bergantung pada intensitas hujan lanjutan dan kondisi pintu air seperti Pintu Air Cengkareng Drain yang pada 20 Februari 2026 berada di level Siaga (230 cm).


Kesimpulan

Kejadian Jaksel 31 RT banjir hujan deras warga mengungsi pada 20 Februari 2026 kembali menegaskan bahwa banjir adalah tantangan struktural Jakarta yang memerlukan solusi jangka panjang. Pemantauan real-time, respons cepat BPBD, dan kesiapsiagaan warga adalah tiga kunci untuk meminimalkan dampak. Pantau terus kanal resmi BPBD dan gunakan aplikasi JAKI untuk informasi terkini.


Tentang Penulis: bcouleur.com adalah jurnalis dan content creator yang telah meliput isu bencana dan perkotaan Jakarta selama lebih dari 5 tahun, dengan fokus pada mitigasi banjir dan tata ruang kota.


Referensi

  1. BPBD DKI Jakarta. (2026). Update Info Terkini Genangan 20 Februari 2026 pukul 05.00 WIB.
  2. Kompas.com. (2026, Februari 20). 31 RT di Jakarta Terendam Banjir pada Jumat Pagi, Seluruhnya di Jaksel
  3. ANTARA News. (2026, Februari). Ini Tren Banjir di Jakarta Sepanjang 2020–2025
  4. Detik.com. (2026, Februari 20). Hujan Deras Guyur Jakarta Sejak Dini Hari, 31 RT Banjir.
  5. Media Indonesia. (2026, Februari 20). Penyebab Banjir Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026: Hujan Ekstrem dan Luapan Kali Krukut.